Kamis, 21 Mei 2020

KELAS PERTAMAKU

MTs N 1 Kota Tangerang Selatan



Ini adalah kelas pertamaku, dimana aku untuk pertama kali bertemu dengan murid-murid pertamaku. Di kelas ini aku memperlihatkan bagaiman skill mengajarku di depan guru pendamping dan satu teman praktikku. Ya, ini adalah salah satu materi kuliah di semester 8 untuk jurusan pendidikan yang biasa disebut dengan PPKT. Berinteraksi dengan murid merupakan hal yang sering aku pikirkan sejak pertama aku masuk fakultas tarbiyah di UIN Jakarta dan hal yang paling aku khawatirkan. Bagaimana tidak, seorang guru harus mengajar di depan manusia-manusia polos yang belum mengetahui apa-apa ibarat kertas yang masih putih dan bersih sedangkan kita harus melukis di atasnya dengan indah dan tanpa cacat. Memilih cat dan warna yang baik, memikirkan konsep lukisan yang baik, mengukir dengan hati-hati bahkan sampai mengenyampingkan semua ego dan rasa yang terkadang datang tanpa di duga. Ya guru adalah pelukis terbaik. Kekhawatiran yang selalu muncul dalam benakku bahkan mungkin yang dirasakan oleh banyak guru yaitu kesalahan dalam menyampaikan konsep atau materi, kelas yang membosankan, memberikan kesan yang tidak baik, bahkan menjadi guru yang dibenci adalah salah satu hal yang dikhawatirkan. Sepertinya aku terlalu khawatir, tapi ya seperti itulah yang dirasakan.


Ketika pertama kali masuk kelas ini aku tidak begitu gugup karena mungkin aku sudah terbiasa dihadapkan dalam situasi dimana aku harus berbicara di depan banyak orang. Alhamdulillah itu sangat membantuku. Pada proses mengajar aku sudah ingat bagaimana tipe atau pola dalam mengajar menurut K13, ya itu sudah sering dibahas di materi kuliahku. Jadi tidak banyak hal yang menghambatku dalam prosesnya. Melihat begitu antusiasnya muridku dalam memahami konsep yang aku ajarkan membuatku semakin percaya diri dalam menyampaikannya. Mereka berdiskusi bersama untuk memecahkan pertanyaan-pertanyaan yang sudah aku siapkan di LKS. Hal yang aku pikirkan saat itu adalah “oh ini rasanya berinteraksi dengan murid”. Saat aku menjadi murid seperti mereka aku paling tidak menyukai guru yang mengajar hanya satu arah, seperti ia tidak memberi kesempatan kepada kita untuk memberikan pendapat atau hal-hal bahkan pertanyaan yang kita pikirkan pada saat belajar. Alhamdulillah karena pengalaman belajarku itu, aku jadi bisa belajar apa yang harusnya aku lakukan pada proses mengajar.

Setelah semua proses mengajar itu selesai hal yang muncul dalam benakku adalah “apakah ini pekerjaan yang akan aku lakukan di masa yang akan datang?”. Aku begitu khawatir. Khawatir sampai-sampai aku merasa bingung dan takut. Bingung karena aku merasa tidak begitu mahir dalam menyampaikan materi atau konsep yang aku ajarkan, bukan karena aku tidak bisa tapi karena aku tidak begitu percaya diri pada kemampuanku. Takut karena menurutku menjadi guru memiliki tanggung jawab yang sangat besar, bukan sekedar mengajarkan apa yang siswa belum bisa melainkan ‘lebih dari itu’. Seperti membuat mereka memahami mengapa mereka harus mempelajari ini mempelajari itu yang bahkan mungkin hal tersebut adalah hal yang mereka tidak sukai. It’s not something easy guys ^-^.
Tapi karena aku menjalaninya dengan hati yang lapang dan happy tentunya, Alhamdulillah semua itu aku lewati. Ups, ada cerita lain setelah ini, see u on the next story guys!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar