Kamis, 28 Mei 2020

A MINI ME


Hari demi hari waktu berjalan. Terkadang rasanya ingin berhenti atau cepat berlalu. Rasanya berubah-ubah duka dan suka silih berganti energi seperti terserap oleh mereka, ya muridku. Ada murid yang tenang lainnya membangkang, ada murid yang menggemaskan lainnya menjengkelkan, ada murid yang mengagumi lainnya membenci. Entahlah...yang pasti saat itu aku selalu berusaha untuk bisa memberikan yang terbaik untuk muridku. Membuat kelas yang 'aktif', belajar tidak melulu di kelas, berusaha untuk selalu membuat sesi praktikum, permainan di ahir belajar. Wah...i always put my best to get them interested in the subject.

Aku sempet mikir saat itu, jadi guru itu ga gampang yah. Ga seperti yang dilihat dari jauh ga seperti yang dibayangkan orang-orang. Sebenarnya kalau enjoy si itu seru-seru aja, tapi kalau terus ngerasa punya tanggung jawab yang besar. Yakin deh, beban loh. Di sekolah praktikku anak murid lumayan masih mudah untuk dikasih penjelasan, pengertian dikasih semangat buat belajar ya walaupun kadang ada aja yang bikin mood ngajar jd berubah karena tingkah salah satu atau beberapa murid yang ga baik. Tapi itu masih dalam batas wajar sih, jadi kalau mereka bertingkah imut lagi semua berubah lagi.

Ngomong-ngomong masalah imut, pernah ada salah satu murid aku yang bilang kalau aku 'imut'. Jujur waktu itu aku seneng sih dibilang imut. Tapi lama-lama muncul perasaan "am i looks like a baby?". Sampai rasanya tuh pengen merubah wajah supaya 'sedikit' terlihat lebih dewasa. Haha I dunno why i wanna do that yang jelas ga mau gt kalo terlihat 'baby' di depan murid. Sampai ketika waktu itu temen aku ngerekomendasiin untuk pakai 'lipstick' yang aku emang ga pernah pake bahkan semasa kuliah. Semenjak temenku ngerekomendasiin jadilah aku sering make. Thank you for 'Mega' u made me feel more mature than before LOL.

Kadang malu si punya badan mini gini, jadi kalo foto sama murid berasa seangkatan haha. Tapi ya...itu bukan jadi alasan aku untuk ga jadi guru mereka. That's just a simple argument. Alhamdulillah si ada happynya punya badan mini, ngobrol sama mereka bisa jadi kayak temen tapi yaa jangan kelewatan aja. Nanti mereka lupa klo kita gurunya haha. Well that's it tentang cerita aku gimana merasakan benar" jadi seorang guru. Ga cuma merasakan si tapi benar-benar menghayatinya dengan detail. Kalaupun aku bukan guru terbaik untuk mereka setidaknya aku tidak mengecewakan mereka. I'll do the best all the time. Karena aku untuk muridku. Kalau bukan aku siapa lagi?

Kamis, 21 Mei 2020

KELAS PERTAMAKU

MTs N 1 Kota Tangerang Selatan



Ini adalah kelas pertamaku, dimana aku untuk pertama kali bertemu dengan murid-murid pertamaku. Di kelas ini aku memperlihatkan bagaiman skill mengajarku di depan guru pendamping dan satu teman praktikku. Ya, ini adalah salah satu materi kuliah di semester 8 untuk jurusan pendidikan yang biasa disebut dengan PPKT. Berinteraksi dengan murid merupakan hal yang sering aku pikirkan sejak pertama aku masuk fakultas tarbiyah di UIN Jakarta dan hal yang paling aku khawatirkan. Bagaimana tidak, seorang guru harus mengajar di depan manusia-manusia polos yang belum mengetahui apa-apa ibarat kertas yang masih putih dan bersih sedangkan kita harus melukis di atasnya dengan indah dan tanpa cacat. Memilih cat dan warna yang baik, memikirkan konsep lukisan yang baik, mengukir dengan hati-hati bahkan sampai mengenyampingkan semua ego dan rasa yang terkadang datang tanpa di duga. Ya guru adalah pelukis terbaik. Kekhawatiran yang selalu muncul dalam benakku bahkan mungkin yang dirasakan oleh banyak guru yaitu kesalahan dalam menyampaikan konsep atau materi, kelas yang membosankan, memberikan kesan yang tidak baik, bahkan menjadi guru yang dibenci adalah salah satu hal yang dikhawatirkan. Sepertinya aku terlalu khawatir, tapi ya seperti itulah yang dirasakan.


Ketika pertama kali masuk kelas ini aku tidak begitu gugup karena mungkin aku sudah terbiasa dihadapkan dalam situasi dimana aku harus berbicara di depan banyak orang. Alhamdulillah itu sangat membantuku. Pada proses mengajar aku sudah ingat bagaimana tipe atau pola dalam mengajar menurut K13, ya itu sudah sering dibahas di materi kuliahku. Jadi tidak banyak hal yang menghambatku dalam prosesnya. Melihat begitu antusiasnya muridku dalam memahami konsep yang aku ajarkan membuatku semakin percaya diri dalam menyampaikannya. Mereka berdiskusi bersama untuk memecahkan pertanyaan-pertanyaan yang sudah aku siapkan di LKS. Hal yang aku pikirkan saat itu adalah “oh ini rasanya berinteraksi dengan murid”. Saat aku menjadi murid seperti mereka aku paling tidak menyukai guru yang mengajar hanya satu arah, seperti ia tidak memberi kesempatan kepada kita untuk memberikan pendapat atau hal-hal bahkan pertanyaan yang kita pikirkan pada saat belajar. Alhamdulillah karena pengalaman belajarku itu, aku jadi bisa belajar apa yang harusnya aku lakukan pada proses mengajar.

Setelah semua proses mengajar itu selesai hal yang muncul dalam benakku adalah “apakah ini pekerjaan yang akan aku lakukan di masa yang akan datang?”. Aku begitu khawatir. Khawatir sampai-sampai aku merasa bingung dan takut. Bingung karena aku merasa tidak begitu mahir dalam menyampaikan materi atau konsep yang aku ajarkan, bukan karena aku tidak bisa tapi karena aku tidak begitu percaya diri pada kemampuanku. Takut karena menurutku menjadi guru memiliki tanggung jawab yang sangat besar, bukan sekedar mengajarkan apa yang siswa belum bisa melainkan ‘lebih dari itu’. Seperti membuat mereka memahami mengapa mereka harus mempelajari ini mempelajari itu yang bahkan mungkin hal tersebut adalah hal yang mereka tidak sukai. It’s not something easy guys ^-^.
Tapi karena aku menjalaninya dengan hati yang lapang dan happy tentunya, Alhamdulillah semua itu aku lewati. Ups, ada cerita lain setelah ini, see u on the next story guys!

HI EVERYONE!

Miss Caca

Sebenernya udah lama banget aku ga nulis, ga di diary aku di blog ini apalagi haha. Kayak nya udah usang banget yah ini blog, macem rumah kayak udah banyak gitu debunya. Tapi semenjak wabah covid-19 ini aku jadi lebih mikir "enaknya ngapain ya" karena udah terlalu lama di rumah, ketemu murid juga gak, temen-temen apalagi. Ya baiklah, i start from this! Aku mulai dari aku mau post tentang pengalaman-pengalaman aku menjadi seorang pendidik of cos 'GURU'.
Yorobuuun...
Let's get start it!